Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

Presiden Uganda Bikin Album Rap


"Anak-anak muda sudah mengajarkan saya musik rap. Well, mungkin saya bisa bernyanyi"
Renne R.A Kawilarang
Yoweri Museveni (AP Photo)

VIVAnews - Presiden Uganda, Yoweri Museveni, punya cara unik untuk menggaet para pemilih muda jelang pemilu hari ini, 18 Februari 2011. Museveni mengumumkan rencana membuat album musik rap, yang dia nyanyikan sendiri. Di negara Afrika itu, rap merupakan genre musik yang digandrungi kaum muda.

Menurut laman The Boombox.com, Museveni terinspirasi untuk membuat album setelah para produser setempat menciptakan suatu lagu rap berjudul "You Want Another Rap?" Lagu itu memodifikasi suara Museveni saat berpidato dan dipadu dengan irama lagu anak-anak.

Hit itu ternyata populer di sejumlah stasiun radio di Uganda. Museveni pun terkesan dengan kreasi itu.

"Saya sangat senang dengan reaksi kaum muda," kata Museveni dalam suatu jumpa pers. Maka, setelah pemilu, pemimpin berusia 67 tahun itu berencana membuat album.

"Anak-anak muda sudah mengajarkan saya musik rap. Well, mungkin saya bisa bernyanyi versi saya sendiri," kata Museveni.
Menjadi presiden sejak 1986, Museveni berkali-kali menang pemilu. Namun, bila pemilu kali ini kalah, menjadi artis rap mungkin bisa jadi pilihan karir alternatif bagi Museveni.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Biar Tak Diklaim Negara Lain, Jamu Jadi Penelitian Unggulan

Merry Wahyuningsih - detikHealth

img
(Foto: thinkstock)
Jakarta, Agar tak diklaim negara-negara lain dan tidak tertinggal dari China dan India, Kementerian Kesehatan menjadikan saintifikasi jamu asli Indonesia sebagai penelitian unggulan.

Jamu sebagai pengobatan tradisional telah diterima dan digunakan luas di masyarakat. Sekitar 59,12 persen penduduk Indonesia pernah mengonsumsi jamu dan 95,6 persen diantaranya merasakan khasiatnya.

Mengingat bahwa Indonesia memiliki sumber hayati tanaman obat yang cukup beragam dan mempunyai efek pengobatan yang telah digunakan sebagai bahan baku industri farmasi dan juga jamu, perlu dikembangkan penggunaannya dan dijamin keamanaanya.

Saintifikasi jamu dimasukkan ke dalam penelitian unggulan Badan Litbangkes yang merupakan terobosan baru. Hal ini dilakukan agar jamu yang merupakan tradisi asli Indonesia tidak diklaim negara lain, sehingga jamu perlu dikembangkan secara ilmiah, yaitu dengan saintifikasi jamu.

"Kalau untuk Badan Litbangkes itu (disiapkan dana) 500 M sekian, itu yang di Badan Litbang. Tetapi kan ada dana-dana lain yang untuk evaluasi program, mungkin sekitar hampir 1 T," jelas Menkes dr Endang Rahayu Sedyaningsih,MPH, Dr.PH saat acara Dies Natalis Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), di Aula FKUI, Jakarta, Rabu (2/2/2011).

Menurut Menkes, dana tersebut difokuskan untuk saintifikasi jamu dan survei-survei nasional.

"Yang moderen ada tapi nggak banyak karena kita serahkan ke akademi dan pabrik-pabrik farmasi," lanjut Menkes.

Pada tahun 2010 upaya saintifikasi jamu difokuskan pada penelitian preventif empat ramuan formula untuk gejala hiperglikemia (kadar gula darah tinggi), hipertensi (tekanan darah tinggi), hiperkolesterolemia (kolesterol tinggi) dan hiperurisemia.

Sejauh ini, pengembangan klinik saintifikasi jamu ada di Jawa Tengah, pelatihan 30 dokter Puskesmas agar mampu melakukan penelitian berbasis pelayanan di Kabupaten Karang Anyar, Sragen dan Kendal, serta pendirian klinik jamu medic di 12 rumah sakit pendidikan di Indonesia.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Ini Dia Sarjana Pertama Ilmu The Beatles

Perempuan 53 tahun itu termasuk 12 peserta studi Master of Arts bidang The Beatles
Renne R.A Kawilarang
Mary-Lu Zahalan-Kennedy (AP Photo/Alan Edwards, Liverpool Hope University, ho)
BERITA TERKAIT
VIVAnews - Grup pop legendaris asal Inggris, The Beatles, telah menjadi kajian ilmu akademik. Bahkan, sudah ada seseorang yang meraih gelar sarjana Strata-2 (S2) Bidang Studi The Beatles.

Dia adalah Mary-Lu Zahalan-Kennedy. Menurut kantor berita Associated Press, Rabu 26 Januari 2011, Mary-Lu merupakan orang pertama di dunia yang baru saja bergelar Master bidang studi The Beatles.

"Saya sangat bangga dengan gelar ini. Studi yang saya tempuh ini tidak saja menantang, namun juga menyenangkan dan bisa memberi pandangan yang luas atas dampak The Beatles bagi segala aspek kehidupan hingga saat ini," kata Mary-Lu seperti dikutip harian The Herald Sun.

Perempuan berusia 53 tahun itu termasuk 12 peserta program studi Master of Arts dalam bidang studi The Beatles, Musik Populer, dan Masyarakat. Program baru itu dibuka oleh Universitas Liverpool Hope pada 2009. Kampus itu terletak di kota asal para personil The Beatles, Liverpool.

Para peserta program ini akan mengikuti kelas selama empat kali dalam 12 pekan dan harus membuat sebuah disertasi sebelum dinyatakan lulus.

"Sudah lebih dari 8.000 buku tentang The Beatles, namun belum pernah ada studi serius mengenai mereka," kata dosen mata kuliah musik populer Mike Brocken seperti dimuat harian Post Chronicle edisi Selasa, 3 Maret 2009.

Program itu mempelajari komposisi lagu dan pola suara studio yang digunakan The Beatles. Selain itu para peserta juga meneliti dampak lagu-lagu The Beatles bagi pembentukan karakter individu, budaya, dan masyarakat.

Mary-Lu merupakan sarjana pertama yang lulus. Pernah menjadi finalis pada kontes Ratu Kecantikan Kanada, Mary-Lu berprofesi sebagai penyanyi profesional.
 
The Beatles merajai belantika musik pop dunia sepanjang dekade 1960-an. Kuartet itu beranggotakan John Lennon, Paul McCartney, George Harrison, dan Ringo Star. Banyak lagu mereka telah melegenda, seperti "Yesterday," "Hey Jude," "I Saw Her Standing There," dan lain-lain.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Mesir Bergolak, 6.000 WNI Dipantau

Kebanyakan adalah mahasiswa. Belum ada dari mereka yang terkena dampak kerusuhan
Renne R.A Kawilarang, Denny Armandhanu
Seorang pria terluka dalam suatu unjuk rasa di Kairo, Mesir (AP Photo/Nasser Nasser)
BERITA TERKAIT
VIVAnews - Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Mesir memantau keberadaan sekitar enam ribu warga negara Indonesia (WNI) di tengah pergolakan yang berlangsung selama beberapa hari terakhir di negara itu. KBRI juga telah membuka nomor telepon siaga (hotline) bila ada warga yang merasa keamanannya terancam dan butuh bantuan evakuasi.

Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia dari Kementrian Luar Negeri, Tatang Boedi Utama Razak, mengatakan bahwa menurut laporan yang diterimanya dari KBRI Kairo, belum ada WNI yang menjadi korban maupun terlibat kerusuhan menyusul demonstrasi menuntut mundur Presiden Mesir, Hosni Mubarak.

“WNI di Mesir ada 6000-an orang, kebanyakan adalah mahasiswa. Belum ada dari mereka yang terkena dampak kerusuhan,” ujar Tatang saat ditelepon VIVAnews, Kamis 27 Januari 2011.

Tatang juga mengatakan bahwa situasi yang terjadi di Kairo dan beberapa tempat di Mesir masih tergolong aman dan tidak memerlukan evakuasi WNI seperti di Tunisia. KBRI Kairo, ujar Tatang, telah menghimbau WNI untuk menjauhi daerah kerusuhan.

“KBRI melalui tokoh-tokoh masyarakat telah menyampaikan kepada para WNI untuk menghindari tempat-tempat rawan. Kami juga telah membuka hotline bagi para WNI yang memerlukan bantuan,” ujar Tatang.

Aksi Selasa kemarin merupakan demonstrasi terbesar di Mesir dalam beberapa tahun terakhir sebagai bentuk kemarahan masyarakat terhadap rezim otoriter Presiden Hosni Mubarak karena tidak mampu mengatasi krisis naiknya harga kebutuhan pokok dan tingginya pengangguran.

Para demonstran juga menginginkan agar parlemen mengesahkan undang-undang baru agar seorang presiden tidak boleh memimpin lebih dari dua periode berturut-turut. Selain itu, para demonstran juga mendesak Menteri Dalam Negeri Habib al-Adly segera mundur dari jabatannya. (hs)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Awas, Area Ranjau Paku di Jakarta!


Pengendara juga diimbau untuk tidak melindas barang-barang yang terlihat sepele di jalan.
Maryadie, Sandy Adam Mahaputra
Polisi sisir ranjau paku  

VIVAnews - Aksi penebaran ranjau paku di jalan-jalan Ibukota kembali meresahkan banyak pengendara. Supaya tidak menjadi korban, Anda perlu mengetahui di mana saja lokasinya. Berikut informasi dari Data Traffic Management Center (TMC) Polda Metro Jaya tentang lokasinya di Jakarta:

1. Jalan S Parman dari RS Harapan Kita arah Traffic Light (TL) Slipi (termasuk flyover Slipi).
2. Dari Slipi ke arah Tomang (Jakarta Barat).
3. Flyover Permata Hijau arah Pondok Indah (depan Masjid Istiqomah), Jakarta Selatan.
4. Lampu merah Kostrad, Jakarta Selatan.
5. Jalan Prof. Dr. Satrio (dari Mal Ambassador arah Jalan Casablanca, Jakarta Selatan.
6. Jalan TB Simatupang, dekat flyover Lenteng Agung arah Pasar Minggu, Jakarta Selatan.
7. Terowongan Casablanca arah Mal Ambasaador, Jakarta Selatan.
8. Depan Menara Saidah arah perempatan Kuningan, Jakarta Timur.
9. Jalan MT Haryono (perempatan Patung Pancoran dan flyover Pancoran), Jakarta Timur.
10. Jalan Gatot Subroto hingga perempatan Kuningan.
11. Jalan Majapahit (arah Tanahabang menuju Harmoni), Jakarta Pusat.
12. Jalan Gatot Subroto terutama depan Bank Mandiri sebelum Polda Metro Jaya sampai Semanggi.
13. Jalan Daan Mogot dari Kalideres hingga Grogol.

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Pol. Royke Lumowa mengatakan, pihaknya hanya bisa melakukan sweeping untuk mencegahnya.
Langkah itu dilakukan polisi setiap hari di ruas-ruas jalan yang dinilai rawan. "Kami akan menggunakan mobil inspeksi yang sudah dilengkapi magnet, untuk menarik berbagai material besi seperti paku di jalan," katanya.

Pengendara juga diimbau untuk tidak melindas barang-barang yang terlihat sepele di jalan, seperti bungkus rokok, koran, kantung plastik, korek api, atau lainnya. Sebab, kemungkinan di dalamnya terdapat paku-paku tajam.

Polda Metro Jaya mengimbau warga untuk menginformasikan jalan-jalan yang banyak ditemukan ranjau paku, agar segera ditangani aparat. (kd)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Ayam "Bugil" dari Solo


Kliwon tidak memiliki lubang pori-pori tempat tumbuh bulu.
Arry Anggadha
Kliwon, si ayam bondol (Fajar Sodik | Solo)  

VIVAnews - Pada umumnya ayam memiki bulu yang lebat untuk menutupi bagin kulit, namun di Solo terdapat satu ekor ayam yang cukup unik karena tidak memiliki satu pun bulu atau brondol. Sehingga ayam milik Sumijan itu mirip seperti ayam yang sudah siap untuk dimasak.

Ayam yang dinamai Kliwom tersebut nampak berbeda sekali dengan tujuh ayam saudaranya yang sedang mencari makan di pelataran halaman rumah Sumijan. Sumijan menceritakan, sejak menetas Kliwon memang tidak memiliki bulu seperti halnya ayam pada umumnya.

Usut punya usut, Sumijan mengakui jika ketika akan menetas telur tersebut, pada malam harinya ia mimpi ditemui oleh orang yang berbaju putih. Pada esok harinya, delapan telur yang dierami induknya langsung menetas. Namun, anehnya hanya ada satu ekor yang tidak memiliki bulu.

"Sejak lahir memang brondol tidak ada bulunya. Selain itu, lubang pori-pori sebagai tempat tumbuhnya bulu juga tidak terlihat," kata Sujiman di Solo, Sabtu, 12 Juni 2010.

Meskipun tidak memiliki bulu, Kliwon tidak merasa kedinginan kalau malam. Hal ini dikarenakan tujuh ekor ayam saudaranya selalu tidur bareng di kandang. "Kliwon tidak merasa dingin atau panas walaupun di badannya tidak ada bulu yang menutupinya," terang Sumijan yang rumahnya terletak di komplek Pura Mangkunegaran Solo.

Sementara itu mengenai asal muasal nama Kliwon, Sumijan menerangkan kalau ayam brondolnya itu menetas tepat pada hari Selasa Kliwon, 23 Maret 2010. Dengan demikian, ia pun menamai ayamnya itu dengan nama Kliwon. "Sekarang ini umurnya kalau dihitung-hitung sudah sekitar tiga bulan," jelasnya.


Selain tidak memiliki bulu, Kliwon juga menunjukkan keunikan lainnya. Sebab, pakan yang dikonsumsi hanya beras merah. Selain itu, Kliwon tidak mau makan. "Kalau ayam lainnya itu pakan jagung mau makan tapi Kliwon maunya makan hanya dikasih pakan beras merah," tutur dia.

Karena tergolong ayam unik, Sumijan mengaku sudah banyak orang yang menawar untuk bisa membeli si Kliwon. Hanya saja ia menolak untuk menjualnya karena merasa kasihan kepada ayam tersebut. "Nanti kalau dibeli terus disembelih kan kasihan. Padahal, kemarin sudah ada yang menawar hingga Rp 300 ribu," sebut Sumijan.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Di India, Ayam Jago Bunuh Pemiliknya


Kejadian ini berlangsung saat ayam itu dipaksa bertarung di arena.
Siswanto, Ita Lismawati F. Malau
Ayam adu (Wikimedia Commons)

VIVAnews - Seekor ayam jago 'membalas dendam' pada tuannya karena sering memaksa dia bertarung di arena sabung ayam. Sang tuan pun tewas di kaki si ayam.

Dilansir dari laman Daily Mail, 21 Januari 2011, ayam jago tersebut menyerang tuannya, Singrai Soren, dengan cara menyabetkan silet yang terpasang di kaki. Kejadian ini berlangsung saat ayam dipaksa bertarung di arena. Si yam pun berontak sehingga silet itu mengenai leher Soren. Soren pun terkapar bersimbah darah.

Salah satu teman Soren bernama Dasai mengatakan ayam jago 'pelaku pembunuhan' itu selama ini sudah sering mencoba kabur dari arena sabung ayam. "Tapi Soren terus memaksa ayamnya bertarung," kata dia.

Dasai menduga perlakuan itulah yang kemudian membuat ayam kesal lalu berbalik menyerang Soren.

Normalnya, lanjut Dasai, ayam petarung diberi waktu istirahat, setidaknya satu jam, sebelum bertarung lagi dengan lawan lain.

"Tapi Soren ingin ayamnya kembali lagi ke ring dalam beberapa menit dari laga pertama. Ayam itu sepertinya kesal."

Setelah kejadian, kasus ini dilaporkan ke polisi. Kepolisian India pun mengejar ayam tersebut untuk dimatikan. Namun, mereka tak terlalu yakin bisa menemukannya.

Kepolisian setempat kemudian mengingatkan warga agar waspada pada ayam 'pembunuh' yang berbulu hitam dan merah itu.

Sejumlah warga di Desa Mohanpur, Bengal Barat, selama ini memang dikenal sangat menyukai judi adu ayam. Untuk menaikkan adrenalin, mereka memasang silet di kaki ayam aduan. Ayam-ayam pun dipaksa bertarung dengan senjata tambahan itu. (umi)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Bunker Tua Ditemukan di Surabaya


Warga menduga tempat ini dulunya berfungsi untuk berlindung saat terjadi pertempuran.
Siswanto
Ilustrasi bunker ((VIVAnews/Renne Kawilarang))

VIVAnews - Sebuah bunker tua ditemukan di lahan milik Dinas Pekerjaan Umum (PU) Binamarga, Kota Surabaya, Jalan Grudo, Jumat, 21 Januari 2011. Bentuknya mirip Iglo, rumah penduduk bangsa Eskimo di Kutub Utara. Tingginya 1,5 meter dan terbuat dari semen dengan pintu berada di atas dan samping.

"Bangunan itu sudah ada sejak saya masih anak-anak," kata Suyoto yang saat ini berumur 58 tahun.

Bila masuk ke dalam, bentuknya mirip sebuah tenda. Di samping bangunan terdapat sebuah ruang persegi dan ada jalan penghubung masuk ke dalam tanah. Sekitar 10 sampai 15 anak bisa masuk ke dalam bunker.

Sesuai bentuknya yang menyerupai mangkuk telungkup, Suyoto menduga tempat ini dulunya berfungsi untuk berlindung saat terjadi pertempuran.

Suyoto mengatakan warga sekitar lokasi meyakini bunker ini awalnya dipakai sebagai jalan tersembunyi untuk menuju ke suatu tempat.

Menurut Suyoto, ada juga cerita yang menyebutkan bangunan itu dulunya dibangun oleh Goemintai di jaman Belanda pada tahun 1942. "Ini dulu perkantoran Belanda, namanya Goemintai, atau kalau sekarang Dinas PU. Karena dulu masih banyak serangan udara oleh tentara Jepang, yang sasarannya kantor-kantor Belanda. Kemudian, orang Belanda membuat ini," kata Suyoto.

Karena tempat ini tidak dilindungi, kata Suyoto, sempat menjadikannya sebagai tempat untuk bermain. "Saya dulu sering masuk bersama teman-teman. Ada lubang ke dalam tanah. Tapi warga tidak tahu tembusnya kemana," kata Suyoto.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Pulau Buatan di Dubai, The World, Tenggelam?


'The World' adalah proyek ambisius, sebuah kumpulan 300 pulau buatan manusia.
Elin Yunita Kristanti
Pulau buatan 'The World' (TEN (The Emirates Network) Real Estate)

VIVAnews - 'The World', pulau buatan di Dubai yang menyerupai peta negara-negara di dunia, makin terbenam ke lautan. Ini menurut salah satu bukti pengadilan properti.

'The World' adalah proyek ambisius, sebuah kumpulan 300 pulau buatan manusia berbentuk peta dunia di lepas pantai Dubai, Uni Emirat Arab.

Tak hanya sekedar mengurug lautan, pulau-pulau ini dibangun lengkap dengan kompleks hotel mewah dan villa yang tak kalah lux yang bisa dijangkau hanya oleh para miliuner berkantong tebal. Angkutan antarpulau hanya bisa dijangkau dengan yacht, kapal, atau helikopter.

Pulau-pulau ini hanya terlihat samar jika dilihat dari pantai Dubai. Bentuknya yang mirip peta dunia bisa dilihat dari satelit atau dari atas gedung tertinggi di dunia yang juga terletak di Dubai, Burg Khalifa.

Kini, dilaporkan, pasir-pasir pulau terkikis dan saluran navigasi yang berada di antara pulau-pulau buatan justru dangkal.

"Pulau-pulau ini secara bertahap kembali menjadi laut," kata  Richard Wilmot-Smith QC dari Penguin Marine, seperti dimuat The Telegraph. Kata dia, bukti-bukti menunjukkan adanya erosi dan penurunan 'The World'.

Namun, salah satu juru bicara pengembang, Nakheel membantah. Kata dia, pulau-pulau itu tidak tenggelam.

"Berdasarkan survei monitoring berkala  selama tiga tahun terakhir, tidak ditemukan erosi substansial," kata dia dalam pernyataan.

Berdasarlan laporan pengembang, 70 persen dari 300 pulau telah terjual.

Beberapa selebritis dilaporkan membeli pulau di 'The World'. Misalnya,  drummer, Tommy Lee mengumumkan bahwa ia membeli Pulau Yunani untuk mantan istrinya, dan ibu dari dua anaknya, Pamela Anderson.

Sementara, selentingan kabar mengatakan, Brad Pitt dan Angeline Jolie telah membeli 'Ethiopia'.

Pengembang 'The world' adalah anak perusahaan Dubai World, yang sebagian besar sahamnya dimiliki Emir Dubai merangkap Perdana Menteri Uni Emirat Arab, Sheik Mohammed bin Rashid Al-Maktoum.
Perusahaan ini pernah didera utang tahun 2009 lalu. Akibatnya otoritas setempat meminta penangguhan pembayaran utang pokok (standstill) hingga enam bulan kepada para kreditor mancanegara. (umi)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Seekor Kucing Diperintahkan Jadi Juri

Penulis : Egidius Patnistik | Editor : Egidius Patnistik


metro.co.uk
Kucing bernama Tabby Sal yang diperintahkan jadi juri di sebuah pengadilan di Boston, AS
BOSTON, KOMPAS.com - Seekor kucing dipanggil untuk jadi juri, meski pemiliknya mengatakan kepada pengadilan bahwa kucing itu "tidak dapat berbicara dan mengerti bahasa Inggris".

Pemilik kucing itu, Anna Esposito, telah menulis surat kepada Pengadilan Suffolk di Boston, AS, untuk menjelaskan bahwa satu kesalahan telah dibuat, tetapi komisaris juri menjawab dengan mengatakan, kucing itu, bernama Tabby Sal, "harus hadir" pada tanggal 23 Maret mendatang. Esposito telah menyertakan surat dari dokter hewannya yang menyatakan bahwa kucing itu "seekor binatang piaraan yang telah dikebiri dan berbulu pendek".

Tabby Sal dimasukan Esposito dalam bagian 'hewan peliharaan' pada formulir sensus terakhir. "Ketika mereka bertanya kepadanya, apakah bersalah atau tidak bersalah? Apa kucing itu harus bilang, ngeong?" kata Eposito sebagaimana dikutip Telegraph, Selasa (18/1/2011). "Sal merupakan anggota keluarga, jadi saya mendaftarkannya di bagian akhir formulir sensus di bagian hewan peliharaan, tapi jelas telah ada kekacauan."

Sebuah situs untuk sistem peradilan AS menyatakan, juri "tidak harus dapat berbicara bahasa Inggris yang sempurna".

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Lupakan Mangsa, Ular Tolong Katak

Penulis : Jimmy Hitipeuw | Editor : Jimmy Hitipeuw

Seekor katak hijau tampak mendapatkan tumpangan di atas punggung ular yang menyeberangkannya dari genangan banjir di Queensland
KOMPAS.com - Jauh dari kenyataan yang biasa ditemui apabila seekor ular biasanya melahap seekor katak sebagai mangsanya, kisah dalam rekaman foto ini justru menyuguhkan persahabatan dari kedua hewan di tengah bencana banjir yang melanda Australia. Keduanya mencoba mengenyampingkan perbedaan yang menganga di antara kedua hewan pada masa silam saat katak hijau mendapatkan tumpangan di atas punggung seekor ular berwarna coklat yang melintasi genangan air akibat banjir di Queensland, dekat Brisbane.
Teknisi komputer Armin Gerlach berhasil mengabadikan momen ini saat tengah merekam sejumlah gambar kerusakan materi yang merupakan dampak bencana banjir di Brisbane.
"Biasanya sejumlah hewan tampak berkerumun saat terjadi kebakaran hutan, banjir atau bencana alam lainnya. Namun, peristiwa yang terekam kali ini sungguh mengagumkan. Saya sampai tak yakin apabila ini benar-benar terjadi," tutur Armin Gerlach.
Bencana banjir di Queensland telah menelan 26 korban jiwa sejauh ini dan mengakibatkan kerusakan materi hingga 5 miliar dollar Australia.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Gagak Pakai Perkakas untuk Berbagai Keperluan


Gagak menggunakan alat untuk mengambil makanan dari tempat-tempat yang sulit dijangkau.
Muhammad Firman
Gagak Kaledonia Baru sedang menggunakan alat. (gstatic.com)

VIVAnews - Apa yang dilakukan oleh burung gagak saat mereka bertemu dengan laba-laba mainan dari plastik? Dari penemuan terbaru, diketahui bahwa gagak Kaledonia Baru akan mencari dan menggunakan alat untuk mengamati benda tersebut.

Pada laporan yang dipublikasikan di jurnal Animal Cognition, sekelompok tim peneliti dari University of Oxford, Inggris melakukan pengamatan pada burung gagak, khususnya gagak Kaledonia Baru (Corvus moneduloides).

Seperti diketahui, gagak spesies itu dikenal cerdas dan inovatif karena seringkali menggunakan perkakas seperti ranting atau benda lain yang ia temukan untuk mengambil makanan dari tempat-tempat yang sulit dijangkau. Ternyata, kecerdasan mereka lebih dari itu.

Untuk mengetahui lebih lanjut, peneliti memberikan berbagai objek pada sekelompok burung gagak mulai dari ular karet, lampu LED yang berkelap-kelip, hingga ceceran cat. Tujuannya, peneliti ingin mengetahui sampai sejauh mana gagak itu bereaksi terhadap objek yang sama sekali baru bagi mereka namun tidak terkait dengan makanan.

“Saat kami beri objek-objek yang tidak lazim bagi burung gagak, kami menemukan bahwa sebagian di antara mereka menyentuh objek itu dengan alat bantu, tidak dengan paruhnya,” kata Jo Wimpenny, ketua tim peneliti, seperti dikutip dari BBC, 20 Januari 2011.

Gagak, kata Wimpenny, menggunakan perkakas dalam konteks mengumpulkan informasi, sebagai contoh untuk mengetahui apakah objek yang bersangkutan aman atau berpotensi berbahaya, tanpa melakukan kontak langsung dengan objek itu.

“Perilaku ini juga umum terjadi pada manusia, misalnya saat kita sedang berada di hutan dan menemukan objek aneh yang belum pernah kita lihat sebelumnya,” kata Wimpenny. “Kita tentu merasa lebih aman untuk menyentuh objek aneh itu dengan tongkat dibandingkan dengan jari.”
Wimpenny menyebutkan, penelitian ini merupakan penelitian pertama yang mengamati bahwa burung menggunakan perkakas untuk berbagai tujuan, di luar mencari makan. (hs)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Gambar Misterius di Peru Tampak dari Angkasa


Ada ribuan gambar dan geometri di dataran ini yang terlihat dari angkasa. Misterius.
Arfi Bambani Amri
Satu gambar di dataran Nazca Peru yang mirip burung (www.world-mysteries.com)

VIVAnews - Sebuah tim riset dari Jepang menemukan lagi dua gambar di permukaan bumi di dataran Nazca, Peru. Satu seperti muka manusia dan satu lagi seperti seekor binatang.

Kawasan yang ditetapkan UNESCO sebagai Situs Warisan Dunia ini memang sebelumnya dipenuhi oleh ribuan geoglif, atau gambar di permukaan bumi. Penemuan ini menambah kaya koleksi misterius yang diduga dibuat antara 200 tahun sampai 600 tahun sebelum Masehi itu.

Yoichi Watanabe, Dekan Fakultas Budaya dan Ilmu Sosial Universitas Yamagata, seperti dilansir Japan Times, Kamis 20 Januari 2011, menyatakan gambar muka manusia itu berukuran panjang 4,2 meter dan lebar 3,1 meter. Para peneliti memastikan ada penampakan seperti dua mata, sebuah mulut dan telinga kanan.

Geoglif satu lagi tampak seperti seekor binatang yang memiliki panjang 2,7 meter dan lebar 6,9 meter. Namun tanggal pembuatan kedua geoglif ini belum diketahui.

Tim peneliti Jepang ini mulai mengkaji situs ini sejak Agustus 2010 lalu atas izin dari Kementerian Budaya Peru. Mereka akan mencari hubungan antara geoglif ini dengan sebuah kuil kuno di dekatnya.

Penemuan geoglif ini tidak melalui penelusuran angkasa karena ukurannya terlalu kecil. Ini berbeda dengan 15.000 tampilan lain yang berukuran raksasa sehingga bisa dilihat dari luar angkasa, termasuk melalui Google Earth.

Selain gambar-gambar ajaib nan misterius itu, di Nazca juga ditemukan penguburan orang-orang yang menunjukkan adanya ritual pengorbanan manusia. Dan seperti gambar-gambarnya, ritual ini pun masih misterius.

Nazca terletak di selatan Peru, 400 kilometer dari Ibukotanya, Lima. Garis dan bentuk-bentuk aneh di Nazca ini telah lama menjadi objek wisata, dan masuk daftar Warisan Dunia pada tahun 1994.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Lelah Bawa Ganja, Merpati Pos Ditangkap


Para napi di Kolombia kini hobi memanfaatkan burung untuk melakukan kejahatan
Renne R.A Kawilarang, Denny Armandhanu
Burung Merpati (doc. Corbis)

VIVAnews - Pantas saja bila seekor merpati pos di Kolombia terengah-engah. Ditakdirkan membawa surat, burung ini justru disuruh menjalankan tugas yang penuh berisiko dan teramat berat, yaitu membawa paket ganja dan kokain ke penjara di kota Bucaramanga.

Menurut stasiun berita Fox News, Rabu 19 Januari 2011, sipir penjara dengan mudah menangkap burung yang sudah kelelahan itu di luar tembok. Di punggungnya terdapat kantung berisi ganja seberat 45 gram dan kokain sebanyak 5 gram, ungkap harian Telegraph

Menurut komandan polisi Bucaramanga, Jose Angel Mendoza, ini adalah modus baru bagi para napi untuk mendapatkan narkoba. Mendoza mengatakan bahwa merpati pos itu tidak mampu membawanya terbang sehingga tidak dapat melalui tembok penjara.

Dua orang sipir penjara dapat menangkap merpati itu tanpa kendala yang berarti. “Kami menemukan burung itu beberapa meter dari tembok mencoba terbang dengan paket tersebut. Namun karena kelebihan beban, burung itu tidak berhasil melancarkan misinya,” ujar Mendoza.

Mendoza mengatakan kemungkinan merpati pos itu dilatih oleh narapidana atau temannya di luar penjara. Saat ini, tengah diselidiki siapa yang mengirimkan dan akan menerima paket itu.

Ini bukan kali pertama kepolisian Kolombia menghadapi kasus dimana binatang digunakan sebagai sarana kejahatan. Sebelumnya pada September tahun lalu, dilansir dari stasiun berita Sky News, polisi berhasil mengamankan seekor kakaktua yang digunakan oleh anggota geng pengedar narkoba sebagai pengawas.

Kakaktua telah dilatih untuk memberikan sinyal jika pada lokasi geng tersebut bertransaksi terlihat polisi mendekat. Menurut laporan kepolisian, terdapat 1000 ekor burung kakaktua yang dilatih untuk menjadi pengawas polisi di Kolombia.

“Kami mendapatkan kakaktua yang ketika melihat polisi akan berteriak “lari! Lari!”,” ujar komandan polisi kota Barranquilla, Fredy Veloza. (adi)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS